Puasa merupakan salah satu ibadah yang dijalani oleh umat Muslim
di seluruh dunia. Puasa
lebih dari sekadar menahan
diri dari makan
dan minum selama waktu
tertentu. Puasa memiliki hikmah yang dalam dan dapat
memperkaya jiwa serta membawa kedamaian
dalam kehidupan seseorang. Ada
beberapa hikmah berpuasa yang dapat
menginspirasi dan membuat
kita tambah bersemangat dalam
menjalankannya.
Pertama: Disiplin Diri
Salah satu hikmah
utama dari berpuasa adalah
mengajarkan kita disiplin diri. Dengan
menahan diri dari
makanan dan minuman selama
berjam-jam dalam sehari,
kita belajar untuk mengendalikan
keinginan dan hawa nafsu kita.
Disiplin ini membantu kita untuk menjadi
lebih sadar akan
diri sendiri dan mengembangkan kontrol
diri yang lebih
baik dalam berbagai aspek
kehidupan. Allah SWT berfirman:
ٱلَّذِي
خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ
وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ ٢
Artinya: “Yang menjadikan mati dan
hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2).
Ayat di atas
mengingatkan bahwa kehidupan
di dunia adalah ujian, dan disiplin dalam amal per- buatan adalah
kunci untuk menjalani
ujian tersebut dengan baik.
Kedua: Menumbuhkan rasa empati
dan peduli
Berpuasa juga membantu kita
untuk memahami dan
merasa- kan penderitaan orang-orang
yang kurang beruntung. Ketika
kita merasakan rasa lapar dan haus,
kita menjadi lebih
peka terhadap orang- orang
yang mengalami kelaparan
dan keku- rangan di
seluruh dunia. Ini
mengilhami kita untuk berbagi
rezeki kita dengan
orang-orang yang membutuhkan dan
meningkatkan rasa empati serta
kepedulian kita terhadap
sesama. Maka, tak heran
jika Rasulullah mengibaratkan sesama kaum muslimin bagaikan
satu tubuh. Rasulullah SAW
bersabda:
مَثَلُ
الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ
الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ
بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih
sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka
sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).
Ketiga: Pembersih Jiwa
Puasa bukan hanya pembersihan fisik, tetapi juga pembersihan jiwa.
Dengan menjauhi makanan dan
minuman, kita juga
berkesempatan untuk membersihkan pikiran
dan hati dari
hal-hal negatif. Ini adalah
waktu untuk merenungkan perbuatan kita,
memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan
kita dengan Allah
SWT dan sesama manusia.
Puasa memberikan kesempatan untuk
memulai kembali dengan hati yang lebih bersih
dan pikiran yang
lebih jernih. Oleh karena itu,
beruntunglah orang-orang yang senantiasa membersihkan jiwa. Allah SWT berfirman:
قَدۡ أَفۡلَحَ مَن
زَكَّىٰهَا ٩
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.”
(QS. Asy-Syams: 9).
Keempat: Meningkatkan rasa syukur
Terakhir, tetapi tidak
kalah pentingnya, puasa mengajarkan kita
untuk mensyukuri nikmat- nikmat Allah
SWT yang telah
diberikan kepada kita. Saat
kita merasakan lapar
dan haus, kita menyadari betapa
besar nikmat makanan
dan minuman yang sering kita ambil sebagai sesuatu yang biasa.
Puasa mengajarkan kita
untuk bersyukur atas segala
berkah yang diberikan kepada kita
dan tidak mengambilnya
dengan serta-merta.
Tentunya, kita ingat
janji Allah terhadap hamba-Nya
yang bersyukur. Allah SAW berfirman:
وَإِذۡ
تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ
عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Semoga kita dimasukkan dalam golongan orang- orang yang rajin
berpuasa sehingga masuk surga melalui
pintu khusus yang
bernama ar-Rayyan.
”