Sore itu jam
menunjukkan pukul 16.31 WIB, sebuah pesan masuk dari aplikasi WhatsApp Bussines
yang ternyata itu adalah akun dari Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) by
Institut Leimena. Pesan tersebu berisi undangan untuk mengikuti kegiatan Hybrid
Upgrading Workshop LKLB dengan tema “Pengembangan Program dan Perencanaan
Pembelajaran yang Memperkukuh Kebebasan Beragama dan Supremasi Hukum”, di
dalam tercantum juga bahwa undangan tersebut diperuntukkan bagi alumni LKLB,
dan kebetulan kegiatan tersebut diselenggarakan di Surabaya tempatnya di Hotel
Mercure Surabaya Hotel Grand Mirama, tanggal 6-8 Februari 2026.
Usai membaca
pesan tersebut, muncul keragu-raguan antara ikut atau tidak mengingat waktunya
yang cukup lama yaitu 3 hari. Setelah melewati berbagai pertimbangan, akhirnya
saya bertekad untuk mengikuti kegiatan tersebut. Setelah melakukan proses
pendaftaran, saya mendapat pesan lagi dari aplikasi WhatsApp Bussines milik
Institu Leimena yang berisi undangan untuk memulai sesi online PEMBELAJARAN
ASINKRONUS. Sesi ini merupakan bagian wajib yang perlu dituntaskan sebelum sesi
luring (tatap muka) di Surabaya nantinya.
Kegiatan Hybrid
Upgrading Workshop LKLB ini, memberikan banyak ilmu pengetahuan khususnya bagi
saya pribadi dan umumnya pada peserta lainnya. Mengingat peserta yang mengikuti
kegiatan tersebut sangat beragam dengan latar belakang agama yang berbeda, di
antaranya Agama Islam, Agama Kristen, dan Agama Hindu. Ada hal yang luar biasa
dari kegiatan ini, di mana observernya berasal dari negara ASEAN yaitu Ministry
of Basic, Higher, and Technical Education (MBHTE) Bangsamoro Autonomous Region
in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina, serta Ho Chi Minh National Academy of
Politics, Vietnam.
Setelah mengikuti
kegiatan Hybrid Upgrading Workshop LKLB ini, banyak Pelajaran yang saya
dapatkan karena LKLB menjelma dalam kehidupan saya. Saya banyak belajar
bagaimana mengembangkan pemahaman saya terhadap diri sendiri (kompetensi
pribadi), pemahaman terhadap ajaran agama (kompetensi komparatif), serta
pemahaman dalam bermitra dengan orang lain yang berbeda (kompetensi
kolaboratif).
Seiring dengan canggihnya
teknologi dan berkembangnya zaman tentu semakin banyak pula sarana atau wadah baik
dalam bentuk media cetak, media elektronik, dan media sosial yang dapat
menyebabkan banyak perselisihan. Sehingga dibutuhkan kemampuan dan keterampilan
dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah tanpa
menimbulkan masalah, menghadirkan solusi yang sesuai dengan ekspektasi. Hadirnya
LKLB sebagai wadah pembelajaran untuk memberikan edukasi dan solusi terhadap
masalah-masalah tersebut.
Saya sangat
bersyukur dapat mengikuti kegiatan Hybrid Upgrading Workshop LKLB dengan tema “Pengembangan
Program dan Perencanaan Pembelajaran yang Memperkukuh Kebebasan Beragama dan
Supremasi Hukum”, sebagai guru saya belajar bagaimana memasukkan
nilai-nilai literasi keagamaan sehingga dapat memupuk rasa toleransi dan kolaborasi
terhadap murid di sekolah.